Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 728x250
Berita

HUT RI ke-81 di SMK Negeri Sumsel: Lomba Tak Sekadar Meriah, tetapi Menguji Literasi, Numerasi dan Karakter

65
×

HUT RI ke-81 di SMK Negeri Sumsel: Lomba Tak Sekadar Meriah, tetapi Menguji Literasi, Numerasi dan Karakter

Sebarkan artikel ini
Semangat Kemerdekaan di SMK Negeri Sumatera Selatan. Siswa mengikuti rangkaian perlombaan dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dikemas untuk mengasah kreativitas, literasi, numerasi, sportivitas, serta membangun karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.
Semangat Kemerdekaan di SMK Negeri Sumatera Selatan. Siswa mengikuti rangkaian perlombaan dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dikemas untuk mengasah kreativitas, literasi, numerasi, sportivitas, serta membangun karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.
Example 468x60

PALEMBANG, opsi.co.id |Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMK Negeri Sumatera Selatan dikemas berbeda. Sekolah tidak sekadar menggelar lomba khas Agustusan, tetapi menjadikannya sebagai bagian dari pembelajaran untuk mengasah literasi, numerasi, kreativitas, keterampilan dan karakter siswa.

Mengusung tema “Semangat Kemerdekaan, Wujudkan Generasi Muda yang Kreatif dan Berkarakter”, rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari mulai Rabu, 12 Agustus 2026. Sejumlah lomba akademik dan nonakademik disiapkan untuk melibatkan siswa dan guru.

Example 300x600

Kepala SMK Negeri Sumatera Selatan, Drs. H. Zulkarnain, MT, mengatakan setiap perlombaan dirancang dengan tujuan pendidikan. Menurut dia, perayaan kemerdekaan tidak semestinya hanya berorientasi pada hiburan dan perebutan juara.

“Setiap perlombaan ada maknanya. Kami tidak ingin kegiatan ini hanya menjadi hiburan, tetapi juga bagian dari proses pendidikan,” kata Zulkarnain.

Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk belajar berkompetisi secara sehat, bekerja sama, menghargai orang lain, disiplin, berani tampil dan bertanggung jawab.

Salah satu lomba yang digelar adalah mengecat tempat sampah. Kegiatan ini dikaitkan dengan penguatan gerakan Adiwiyata. Siswa tidak hanya dituntut menghasilkan karya secara kreatif, tetapi juga diajak memahami pentingnya kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah.

“Ini bagian dari penguatan gerakan Adiwiyata. Anak-anak kami ajak memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Sekolah juga menggelar lomba Meta Match untuk memperkuat kemampuan numerasi matematis. Melalui kegiatan tersebut, siswa berlatih berhitung, memahami logika angka dan menerapkan konsep matematika dasar secara praktis.

Zulkarnain mengatakan pembelajaran numerasi tidak harus selalu dilakukan melalui metode konvensional di ruang kelas. Perlombaan dapat menjadi salah satu cara membuat siswa berlatih menggunakan kemampuan logika dan berhitung dalam suasana yang lebih menyenangkan.

“Belajar numerasi bisa dikemas melalui kegiatan yang menyenangkan. Anak-anak tetap belajar, tetapi suasananya berbeda,” katanya.

Penguatan literasi dilakukan melalui lomba cerita pendek. Siswa diberikan kesempatan menuangkan gagasan dan pemikiran dalam bentuk tulisan.

Menurut Zulkarnain, literasi menjadi kemampuan penting yang harus terus diperkuat. Siswa tidak cukup hanya mampu membaca, tetapi juga harus mampu memahami informasi dan mengomunikasikan gagasannya dengan baik.

Selain itu, lomba penataan kelas diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan, kerapian dan ketertiban lingkungan belajar.

Lomba poster religi menjadi bagian dari penguatan pendidikan agama Islam. Lomba band menjadi ruang bagi siswa mengembangkan bakat seni, sedangkan tarik tambang dan sejumlah permainan fisik lainnya diarahkan untuk membangun kebugaran sekaligus semangat kebersamaan.

“Anak-anak belajar banyak hal dari kegiatan ini. Ada literasi, numerasi, seni, lingkungan, agama, olahraga, kerja sama dan sportivitas. Semuanya memiliki tujuan,” ujar Zulkarnain.

Guru Ikut Berlomba

Tidak hanya siswa yang terlibat. Para guru juga diwajibkan mengikuti lomba puisi.

Zulkarnain mengatakan keterlibatan guru merupakan bagian dari upaya membangun budaya literasi di sekolah. Guru, menurut dia, harus memberikan teladan kepada peserta didik.

“Guru wajib mengikuti lomba puisi. Mau bagus atau kurang bagus dalam pembawaannya, itu bukan persoalan utama. Yang penting guru berani tampil dan menunjukkan bahwa literasi itu penting,” katanya.

Ia berharap keterlibatan guru dapat mendorong siswa untuk lebih percaya diri dalam berkarya dan menyampaikan gagasan. Panitia juga menyiapkan penghargaan bagi para pemenang. Juara pertama, kedua dan ketiga dari setiap cabang perlombaan akan mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi.

Empat Hari, Padukan Akademik dan Tradisi Agustusan

Wakil Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan HUT RI ke-81 SMK Negeri Sumatera Selatan, Bidid Weis Arkani, S.Pd., mengatakan persiapan kegiatan dilakukan melalui rapat internal bersama kepala sekolah dan jajaran terkait. Pembahasan meliputi konsep kegiatan, jenis perlombaan, kesiapan perlengkapan, peserta hingga teknis pelaksanaan.

“Kami bersama kepala sekolah melakukan rapat internal untuk memastikan seluruh perlengkapan dan teknis kegiatan siap sehingga pelaksanaan dapat berjalan tertib,” ujar Bidid.

Ia mengatakan tema kegiatan menjadi dasar dalam menentukan jenis perlombaan. Kegiatan akademik antara lain diisi lomba cerpen, puisi dan cerdas cermat. Adapun lomba non akademik diisi dengan kegiatan bernuansa rekreatif dan tradisional, seperti makan kerupuk, tarik tambang, engrang dan lari karung.

Menurut Bidid, perpaduan tersebut dibuat agar siswa memiliki ruang yang beragam untuk menunjukkan kemampuan.

“Tidak semua anak memiliki kemampuan yang sama. Karena itu kami berikan ruang melalui lomba akademik dan non akademik. Ada yang kuat di bidang pengetahuan, seni, olahraga maupun permainan,” katanya.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari mulai Rabu, 12 Agustus 2026. Selain memeriahkan HUT RI, kegiatan tersebut diharapkan mempererat interaksi antara siswa, guru dan tenaga kependidikan.

Kemerdekaan Diisi dengan Karya

Bagi SMK Negeri Sumatera Selatan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperluas pemaknaan terhadap kemerdekaan.

Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan perlombaan. Generasi muda juga memiliki tanggung jawab mengisinya dengan belajar, mengembangkan potensi, menghasilkan karya dan membangun karakter.

Bidid mengatakan siswa perlu memahami bahwa kegiatan positif di lingkungan sekolah merupakan salah satu bentuk mengisi kemerdekaan.

“Anak-anak harus berani berkarya, mengembangkan potensi, menjaga kebersamaan dan memiliki tanggung jawab. Itulah salah satu cara generasi muda mengisi kemerdekaan,” ujarnya.

Zulkarnain mengatakan pembentukan karakter tidak cukup dilakukan melalui teori. Nilai disiplin, sportivitas, gotong royong, tanggung jawab dan keberanian dapat tumbuh melalui pengalaman langsung.

Karena itu, berbagai perlombaan dalam peringatan HUT RI ke-81 ditempatkan sebagai bagian dari proses pendidikan.

“Anak-anak harus merasakan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan prestasi dan karya. Melalui kegiatan seperti ini mereka belajar, berkompetisi, bersosialisasi dan berkarya dalam suasana yang menyenangkan,” katanya.

Dengan demikian, kemeriahan Agustusan di SMK Negeri Sumatera Selatan bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara. Di balik perlombaan tersebut, sekolah berupaya membangun pengalaman belajar yang lebih luas mengajak siswa berpikir, berkarya, berani tampil, peduli lingkungan, bekerja sama dan menghargai orang lain.

Semangat kemerdekaan akhirnya tidak berhenti pada seremoni. Ia diterjemahkan melalui pendidikan untuk menyiapkan generasi muda yang kreatif, terampil, berkarakter dan mampu mengisi kemerdekaan dengan karya.

 

 

Example 300250
Example 120x600