Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 728x250
Berita

Lindungi Guru, Tingkatkan Mutu Pendidikan, Ratu Dewa Dorong Pembentukan Satgas dan Program Satu Sekolah Satu Guru S2

34
×

Lindungi Guru, Tingkatkan Mutu Pendidikan, Ratu Dewa Dorong Pembentukan Satgas dan Program Satu Sekolah Satu Guru S2

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Palembang Ratu Dewa membuka Sosialisasi dan Bimtek Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026 di Gedung Graha Serbaguna, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkuat perlindungan bagi guru dan tenaga kependidikan melalui pembentukan Satgas Perlindungan Pendidik, sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kota Palembang.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa membuka Sosialisasi dan Bimtek Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026 di Gedung Graha Serbaguna, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkuat perlindungan bagi guru dan tenaga kependidikan melalui pembentukan Satgas Perlindungan Pendidik, sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kota Palembang.
Example 468x60

PALEMBANG, opsi.co.id |Pemerintah Kota Palembang menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang aman, berkualitas, dan berkeadilan. Komitmen itu ditunjukkan melalui kegiatan Sosialisasi, Bimbingan Teknis (Bimtek), dan Advokasi Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang dibuka langsung oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, di Gedung Graha Serbaguna, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan, sebuah regulasi yang dihadirkan pemerintah untuk memberikan kepastian perlindungan hukum sekaligus rasa aman bagi para guru dan tenaga kependidikan dalam menjalankan tugas profesionalnya.

Example 300x600

Di hadapan para kepala sekolah, guru, pengawas, dan pemangku kepentingan pendidikan, Ratu Dewa menegaskan bahwa guru merupakan pilar utama dalam membangun masa depan bangsa. Karena itu, mereka harus mendapatkan perlindungan yang memadai agar dapat menjalankan tugas pendidikan secara maksimal tanpa dibayangi rasa takut maupun tekanan yang berpotensi mengganggu proses belajar mengajar.

Menurut Dewa, sekolah harus tetap menjadi ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah. Lingkungan pendidikan tidak boleh menjadi tempat munculnya konflik yang dapat menghambat proses pembelajaran maupun perkembangan karakter peserta didik.

“Guru dan tenaga kependidikan adalah ujung tombak pendidikan. Mereka harus merasa aman dan terlindungi saat menjalankan tugasnya. Ketika guru bekerja dengan tenang dan profesional, maka kualitas pendidikan juga akan meningkat,” kata Dewa.

Ia menilai, kehadiran Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026 menjadi instrumen penting dalam memperkuat posisi guru sekaligus memberikan pedoman yang jelas dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang mungkin muncul di lingkungan pendidikan.

Tak hanya berbicara soal perlindungan, Ratu Dewa juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan rencana program strategis “Satu Sekolah Satu Guru Strata Dua (S2)” yang akan dijalankan secara bertahap di Kota Palembang.

Program tersebut dirancang untuk mendorong peningkatan kompetensi tenaga pendidik agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang di era digital dan globalisasi.

“Kami ingin kualitas pendidikan di Palembang terus bergerak maju. Karena itu, kami akan mendorong program satu sekolah satu guru S2. Harapannya, semakin banyak guru yang memiliki kompetensi akademik lebih tinggi sehingga mampu melahirkan peserta didik yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dewa meminta agar pembentukan Satgas Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan segera direalisasikan. Satgas tersebut nantinya akan berfungsi sebagai wadah koordinasi, konsultasi, pendampingan, hingga penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi guru dan tenaga kependidikan di lapangan.

Menurutnya, keberadaan satgas menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika dunia pendidikan yang semakin kompleks. Dengan adanya mekanisme perlindungan yang jelas, guru akan memiliki ruang yang lebih aman untuk menjalankan tugasnya secara profesional.

“Satgas ini harus segera dibentuk. Kehadirannya bukan hanya sebagai simbol perlindungan, tetapi juga sebagai solusi nyata bagi para guru ketika menghadapi persoalan dalam menjalankan tugas pendidikan,” tegasnya.

Selain itu, Ratu Dewa juga mengingatkan pentingnya menjaga disiplin, etika profesi, dan budaya hidup bersih di lingkungan sekolah. Ia menekankan bahwa guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk karakter generasi muda.

“Keteladanan adalah kunci pendidikan karakter. Guru harus menjadi contoh dalam kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan. Apa yang dilakukan guru akan menjadi cerminan bagi peserta didik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Affan Prapanca, mengatakan sosialisasi dan bimtek tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh satuan pendidikan memahami substansi Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026 secara utuh dan mampu mengimplementasikannya secara efektif.

Menurut Affan, regulasi tersebut bukan sekadar memberikan perlindungan hukum bagi guru dan tenaga kependidikan, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih sehat, aman, dan berkeadilan.

“Melalui sosialisasi dan bimtek ini, kami ingin memastikan implementasi Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026 berjalan optimal. Tujuannya agar seluruh pendidik dan tenaga kependidikan mendapatkan perlindungan yang memadai sekaligus mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” katanya.

Affan menjelaskan, keberhasilan sebuah kebijakan tidak hanya ditentukan oleh kualitas regulasi yang diterbitkan pemerintah, melainkan juga oleh pemahaman para pelaksana di lapangan. Karena itu, kegiatan sosialisasi menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen bersama.

Ia menambahkan, dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan metode pembelajaran, hingga dinamika sosial yang terus berkembang. Situasi tersebut menuntut adanya regulasi yang mampu memberikan kepastian dan perlindungan bagi para pendidik.

“Guru adalah garda terdepan dalam mencetak generasi masa depan. Ketika mereka merasa aman dan terlindungi, maka proses pembelajaran akan berlangsung lebih efektif dan berkualitas,” ujarnya.

Lebih jauh, Affan berharap seluruh kepala sekolah, guru, pengawas, dan pemangku kepentingan pendidikan di Kota Palembang dapat menjadi motor penggerak dalam implementasi regulasi tersebut. Dengan kolaborasi yang kuat, ia optimistis kualitas pendidikan di Palembang akan terus meningkat.

“Tujuan besar yang ingin kita capai adalah menghadirkan pendidikan yang bermutu, inklusif, aman, dan berkeadilan. Ini adalah tanggung jawab bersama yang harus terus kita kawal demi masa depan generasi bangsa,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600