PALEMBANG, opsi.co.id | Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran Cinde, Palembang, Minggu (19/7/2026), tampil lebih semarak dari biasanya. Ratusan warga memadati lokasi untuk mengikuti Kampanye LRT Sumatera Selatan yang dikemas melalui kegiatan jalan santai (fun walk), senam zumba, dan berbagai aktivitas edukatif yang mengajak masyarakat semakin akrab dengan transportasi publik.
Mengusung tema “Begesit ke CFD, Naek LRT Sumsel!”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan membangun budaya baru dalam bertransportasi yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.
Mewakili Pemerintah Kota Palembang, Staf Ahli Bidang Keuangan, Pendapatan, Hukum, dan HAM Kota Palembang, Edison, S.Sos., M.Si., mengatakan kampanye tersebut merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan angkutan massal sebagai solusi mengurangi kemacetan dan pencemaran udara.
Menurut Edison, setiap warga memiliki peran dalam menciptakan kota yang lebih nyaman dihuni. Salah satunya melalui perubahan kebiasaan dari penggunaan kendaraan pribadi menuju transportasi publik yang aman, cepat, dan efisien.
“Memilih transportasi publik bukan hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi kemacetan, menekan emisi karbon, menghemat energi, sekaligus meningkatkan kualitas udara di Kota Palembang,” ujarnya.
Ia menegaskan, LRT Sumatera Selatan merupakan salah satu aset strategis sekaligus ikon transportasi modern yang dimiliki daerah. Karena itu, keberadaannya perlu didukung melalui peningkatan budaya menggunakan angkutan umum dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya mengajak masyarakat menjadikan LRT sebagai bagian dari gaya hidup modern—cerdas, hemat, tepat waktu, sehat, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan,” katanya.
Edison menambahkan, keberhasilan membangun sistem transportasi publik yang andal tidak mungkin diwujudkan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, operator LRT, dunia usaha, media massa, komunitas, hingga masyarakat sebagai pengguna.
Ia optimistis kolaborasi tersebut akan semakin memperkuat posisi Palembang sebagai kota metropolitan yang modern, tertib, nyaman, dan berwawasan lingkungan.
Sementara itu, Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan, Rode Paulus, menjelaskan bahwa kampanye tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-8 LRT Sumsel.
Menurut Rode, edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar semakin banyak warga beralih menggunakan transportasi publik. Selain mampu mengurangi kepadatan lalu lintas, penggunaan LRT juga berkontribusi terhadap pengurangan polusi udara di kawasan perkotaan.
Ia mengungkapkan, tren penggunaan LRT terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Hal itu menandakan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi yang menawarkan perjalanan tepat waktu, nyaman, aman, serta biaya yang terjangkau.
“Antusiasme masyarakat terus meningkat. Ini menjadi indikator bahwa LRT semakin diterima sebagai pilihan transportasi utama bagi warga Palembang dan sekitarnya,” ujar Rode.
Melalui kampanye tersebut, pemerintah berharap penggunaan transportasi publik tidak lagi dipandang sebagai alternatif semata, melainkan menjadi pilihan utama masyarakat dalam mendukung terwujudnya Palembang sebagai kota yang maju, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.




















