PALEMBANG, opsi.co.id | Jalan Tol Palembang-Betung memasuki tahapan penting menjelang target operasional pada akhir 2026. Struktur Jembatan Musi V, salah satu titik paling vital di ruas tol tersebut, resmi mengantongi Sertifikat Persetujuan Laik (layak/ pantas/ memenuhi syarat)Fungsi (PLF) dari Kementerian Pekerjaan Umum setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan teknis dan keselamatan.
Sertifikat itu diserahkan Kepala Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus sekaligus Koordinator Sekretariat Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), Armen Adekristi, kepada Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Penerbitan sertifikat tersebut menandai bahwa struktur utama Jembatan Musi V telah lolos serangkaian pengujian menyeluruh, mulai dari uji beban statik dan dinamik hingga evaluasi terhadap kekuatan, stabilitas, dan aspek keselamatan konstruksi.
“Seluruh aspek teknis, keamanan, dan kekuatan struktur telah memenuhi persyaratan sehingga Jembatan Musi V dinyatakan laik fungsi,” kata Armen.
Selain dinyatakan layak secara teknis, jembatan itu juga dilengkapi sistem pemantauan kesehatan struktur berbasis sensor yang terhubung dengan dashboard digital. Teknologi tersebut memungkinkan kondisi jembatan dipantau secara real time untuk mendukung deteksi dini apabila terjadi perubahan pada struktur.
Menurut Armen, sistem pengawasan itu akan dikembangkan melalui command center terpusat sebagai bagian dari upaya pemeliharaan berkelanjutan. Pengelola juga diwajibkan melakukan inspeksi rutin dan menyampaikan laporan kondisi jembatan setiap tahun sesuai ketentuan Kementerian Pekerjaan Umum.
Di sisi lain, Hutama Karya mempercepat penyelesaian seluruh pekerjaan konstruksi agar Jalan Tol Palembang-Betung dapat beroperasi sesuai target pada akhir tahun ini.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan keberhasilan memperoleh sertifikat laik fungsi merupakan hasil kolaborasi antara Hutama Karya, Kementerian Pekerjaan Umum, KKJTJ, dan berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan.
Ia menjelaskan, sejak proyek kembali dilanjutkan pada 2024, penyelesaian Jembatan Musi V menjadi salah satu tantangan terbesar selain pekerjaan vacuum consolidation pada badan jalan. Kedua pekerjaan tersebut kini telah diselesaikan.
“Rampungnya dua pekerjaan paling krusial menjadi modal penting untuk mengejar target pengoperasian Jalan Tol Palembang-Betung pada akhir 2026,” ujar Iwan.
Jembatan Musi V merupakan jembatan tipe Balanced Cantilever Concrete Box Girder dengan bentang sepanjang 380 meter yang melintasi Sungai Musi. Struktur ini menjadi penghubung utama pada ruas Tol Palembang-Betung yang memiliki panjang total 69,19 kilometer.
Hingga akhir Juli 2026, progres pembangunan fisik Jalan Tol Palembang-Betung telah mencapai 85,54 persen, sementara pengadaan lahan mencapai 88,43 persen.
Jika seluruh tahapan konstruksi dan pengujian berjalan sesuai jadwal, ruas Tol Palembang-Betung akan menjadi salah satu simpul penting Jalan Tol Trans Sumatera yang diharapkan mempercepat mobilitas orang dan distribusi logistik sekaligus memperkuat konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan.




















