Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 728x250
Berita

Antrean Solar Mengular di Indralaya, Warga Keluhkan Kemacetan hingga Gangguan Aktivitas Ekonomi

27
×

Antrean Solar Mengular di Indralaya, Warga Keluhkan Kemacetan hingga Gangguan Aktivitas Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Antrean kendaraan mengular di SPBU Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (6/6/2026). Keterbatasan pasokan BBM jenis solar diduga menjadi pemicu panjangnya antrean yang berdampak pada kemacetan di ruas Jalan Lintas Timur Sumatera serta mengganggu aktivitas masyarakat dan distribusi barang.
Antrean kendaraan mengular di SPBU Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (6/6/2026). Keterbatasan pasokan BBM jenis solar diduga menjadi pemicu panjangnya antrean yang berdampak pada kemacetan di ruas Jalan Lintas Timur Sumatera serta mengganggu aktivitas masyarakat dan distribusi barang.
Example 468x60

INDRALAYA, opsi.co.id |Persoalan antrean panjang kendaraan pengangkut barang dan kendaraan pribadi di SPBU Nomor 24.306.26 Indralaya kembali menjadi sorotan masyarakat. Hingga Sabtu (6/6/2026), kondisi tersebut belum menunjukkan tanda-tanda membaik dan justru menimbulkan dampak yang semakin luas terhadap kelancaran lalu lintas di pusat Kota Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

SPBU yang berada di jalur utama dan kawasan strategis ibu kota kabupaten itu setiap hari dipadati truk angkutan barang, dump truck, serta kendaraan pribadi yang berburu bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Panjangnya antrean kendaraan bahkan kerap memakan badan jalan sehingga memicu kemacetan di ruas Jalan Lintas Timur Sumatera yang menjadi salah satu jalur vital penghubung antardaerah.

Example 300x600

Sejumlah warga menilai kondisi tersebut sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir dan belum mendapatkan solusi yang memadai. Akibatnya, arus lalu lintas menjadi semrawut, aktivitas masyarakat terganggu, dan wajah kota tampak kurang tertata.

Saat dikonfirmasi, salah seorang petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa antrean panjang dipicu oleh keterbatasan pasokan BBM solar yang diterima dari Pertamina.

Menurut dia, kebutuhan solar di SPBU tersebut jauh lebih besar dibandingkan kuota yang diterima setiap hari. Dalam kondisi normal, kebutuhan pelayanan kepada konsumen bisa mencapai sekitar 16 ton per hari. Namun, pasokan yang diterima saat ini disebut hanya berkisar maksimal 8 ton.

“Pasokan yang datang tidak sebanding dengan kebutuhan di lapangan. Ketika stok cepat habis, antrean kendaraan otomatis semakin panjang karena banyak konsumen yang belum terlayani,” ujarnya.

Ia juga mengaku distribusi BBM dinilai belum berjalan secara konsisten sesuai jadwal yang diharapkan. Selain keterbatasan solar, SPBU tersebut disebut tidak menerima pasokan BBM jenis Pertalite pada hari tertentu sehingga menambah tekanan terhadap pelayanan konsumen.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada pengguna jalan dan para pengemudi kendaraan angkutan yang menggantungkan aktivitasnya pada ketersediaan BBM.

Sejumlah sopir dump truck mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam bahkan hingga berhari-hari untuk mendapatkan solar. Tidak sedikit yang terpaksa bermalam di sekitar area SPBU karena antrean bergerak sangat lambat.

“Kami sudah antre dari pagi sampai malam. Kadang saat giliran tiba, solar sudah habis. Terpaksa menunggu lagi sampai besok. Waktu kerja terbuang dan biaya operasional bertambah,” keluh salah seorang sopir.

Keluhan serupa juga disampaikan pengemudi kendaraan pribadi yang merasa kesulitan memperoleh solar akibat stok yang cepat habis. Mereka berharap ada langkah konkret untuk memastikan distribusi BBM berjalan normal sehingga antrean panjang tidak terus berulang.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan telah dilakukan untuk meminta penjelasan terkait keterbatasan kuota solar, keterlambatan distribusi, serta tidak tersedianya pasokan Pertalite pada waktu tertentu di SPBU tersebut.

Pihak humas sebelumnya menyatakan akan memberikan tanggapan resmi. Namun hingga berita ini diterbitkan, pernyataan maupun klarifikasi yang dijanjikan belum diterima redaksi. Sejumlah nomor kontak pejabat yang dihubungi juga tidak dapat tersambung kembali.

Fenomena antrean panjang kendaraan pengangkut barang dan kendaraan pribadi untuk mendapatkan BBM solar tidak hanya terjadi di Indralaya. Kondisi serupa dilaporkan masyarakat di beberapa SPBU lain yang berada di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama Pertamina segera melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi dan kuota BBM agar pelayanan kepada konsumen kembali normal, kemacetan dapat diurai, serta aktivitas ekonomi masyarakat tidak terus terganggu akibat kelangkaan pasokan di tingkat lapangan.

Example 300250
Example 120x600