PALEMBANG, opsi.co.id | Pemerintah Kota Palembang kembali melakukan penyegaran organisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja birokrasi. Wali Kota Palembang, H. Ratu Dewa, pada Jumat (26/6/2026), melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 127 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Palembang di Rumah Dinas Wali Kota.
Pelantikan tersebut mencakup pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, hingga tujuh kepala puskesmas. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah kota untuk mempercepat pelayanan publik sekaligus meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.
Sorotan utama tertuju pada pergeseran sejumlah pejabat eselon II yang dipercaya mengisi posisi strategis. Pemerintah Kota berharap rotasi ini mampu menghadirkan energi baru dalam pengelolaan pemerintahan, mulai dari perencanaan pembangunan, penguatan pendapatan daerah, hingga pelayanan administrasi dan komunikasi publik.
Enam pejabat pimpinan tinggi yang bergeser di antaranya Jamiah Haryanti yang kini memimpin Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Yanurpan Yany dipercaya sebagai Kepala Bappeda, Adi Zahri menjabat Kepala BKPSDM, Kemas Haikal memimpin Dinas Komunikasi dan Informatika, Dr. Korlena menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Sulaiman Amin yang kini mengemban amanah sebagai Asisten I Sekretariat Daerah Kota Palembang.
Dalam arahannya, Ratu Dewa menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan bagian dari pembenahan birokrasi agar roda pemerintahan bergerak lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera bekerja, membangun kolaborasi, dan menunjukkan kinerja nyata sesuai tugas masing-masing.
“Saya berharap pelantikan ini mampu memperkuat pelayanan di bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Ratu Dewa.
Perhatian khusus juga diberikan kepada jajaran kepala puskesmas yang dinilai menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan. Menurutnya, kualitas layanan kesehatan dasar harus terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Palembang yang sehat.
“Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jadikan puskesmas sebagai tempat pelayanan yang cepat, ramah, dan profesional demi mewujudkan Palembang Sehat,” pesannya.
Tak hanya sektor kesehatan, Ratu Dewa juga memberi arahan kepada seluruh camat agar memperkuat kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa seorang camat tidak cukup hanya menjalankan administrasi dari balik meja, tetapi harus aktif turun ke lapangan untuk mendengar langsung berbagai persoalan warga.
“Sering-seringlah turun ke lapangan. Terapkan pola jemput bola sehingga kita mengetahui secara langsung kebutuhan masyarakat dan bisa memberikan solusi dengan cepat,” tegasnya.
Melalui penyegaran birokrasi ini, Pemerintah Kota Palembang berharap tercipta pemerintahan yang semakin responsif, profesional, dan mampu menjawab tantangan pembangunan kota. Rotasi jabatan diharapkan tidak hanya memperkuat koordinasi antar lembaga, tetapi juga mempercepat pelayanan publik yang menjadi harapan utama masyarakat.




















