Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 728x250
Berita

Ketua PGRI Palembang Murka: Pelaku Rudapaksa Anak SD Harus Dihukum Seberat-Beratnya

281
×

Ketua PGRI Palembang Murka: Pelaku Rudapaksa Anak SD Harus Dihukum Seberat-Beratnya

Sebarkan artikel ini

Siswi SD Dirudapaksa Pria Berkedok Ojol di Gandus

Ketua PGRI Palembang sekaligus Dewan Pendidikan Kota Dr H Ahmad Zulinto SPd MM saat mengunjungi dan menyerahkan bantuan bagi korban di kediamannya Gandus, Kamis (7/5)
Ketua PGRI Palembang sekaligus Dewan Pendidikan Kota Dr H Ahmad Zulinto SPd MM saat mengunjungi dan menyerahkan bantuan bagi korban di kediamannya Gandus, Kamis (7/5)
Example 468x60

Palembang, OPSI.co.id | Nafsu bejat dan perilaku biadab kembali mencoreng wajah kota. Di kawasan Jalan Karang Sari, Kecamatan Gandus, seorang anak kecil yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) harus menjadi korban tindak pidana luar biasa sadis.

Berinisial Bunga (nama samaran), siswi polos itu dirudapaksa oleh seorang pria tak dikenal yang menyamar atau mengenakan jaket khas pengemudi ojek online (Ojol).

Example 300x600

Kejadian mengerikan ini terjadi pada Minggu malam, 3 Mei 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Namun, luka mendalam dan aib keluarga ini baru terungkap ke publik dan dilaporkan ke pihak berwajib pada Selasa, 5 Mei 2026.

Peristiwa naas itu bermula dari kepolosan Bunga. Ia berpamitan kepada orang tuanya ingin keluar rumah untuk menikmati tontonan hiburan tari India bersama teman-teman sebayanya sekitar pukul 19.30 WIB. Di tengah suasana keramaian yang seharusnya aman, justru terselip bahaya maut. Mata jahat pelaku mengintai kesempatan.

Dengan modus yang sangat licik dan keji, pelaku mendekati korban. Ia memanfaatkan uang sebagai alat bujuk rayu. Memanfaatkan usia Bunga yang masih belia dan belum mengerti bahaya, “iblis berbaju manusia” itu berhasil membawanya ke tempat sepi. Di sana, masa depan anak tersebut direnggut paksa melalui tindakan asusila yang tak termaafkan.

Saat ini, Bunga tengah menjalani perawatan intensif di rumahnya. Ia bukan hanya berjuang menyembuhkan luka fisik, tetapi juga bergelut dengan trauma mendalam yang kemungkinan besar akan membayangi hidupnya selamanya. Sementara itu, pelaku masih buron dan menjadi buronan utama yang diburu kepolisian.

Menyikapi tragedi yang menyayat hati ini, Ketua PGRI Kota Palembang yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kota Palembang, Dr Ahmad Zulinto SPd MM tak mampu menahan amarahnya. Dengan nada suara yang bergetar dan penuh penekanan, ia mengecam keras perbuatan biadab tersebut.

“Kami mengutuk seberat-beratnya perbuatan yang sangat tidak manusiawi ini. Bagaimana mungkin seseorang tega melakukan rudapaksa terhadap anak kecil yang masih duduk di bangku SD ini bukan sekadar kejahatan biasa, ini adalah kezaliman yang nyata,” ujar Zulinto tegas, Kamis (7/5).

Zulinto menegaskan, dunia pendidikan dan seluruh elemen masyarakat menuntut keadilan yang tajam dan nyata. Ia meminta aparat penegak hukum tidak boleh lengah dan harus bekerja maksimal.

“Kami berharap besar kepada Kapolda Sumsel, Kapolrestabes Palembang, hingga jajaran Polsek setempat untuk pelaku harus segera ditangkap, jangan beri ampun sedikitpun, untungnya sudah ada rekaman CCTV yang merekam pelaku saat menjemput korban, ini bukti kuat dan petunjuk jelas,” tegasnya.

Meski mengapresiasi langkah awal kepolisian yang sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), namun bagi Zulinto itu belum cukup. Tekadnya bulat pelaku harus mendapatkan hukuman setimpal.

“Sebagai Ketua Dewan Pendidikan dan Ketua PGRI, kami menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatan rudapaksa yang dilakukannya. Hukuman harus memberikan deterrent effect atau efek jera yang luar biasa, agar tidak ada lagi pelaku lain yang berani mengganggu masa depan anak bangsa,” tandasnya.

Lebih jauh, Zulinto menekankan bahwa kasus ini adalah tamparan keras bagi semua pihak. Keamanan anak-anak adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar.

“Dengan kejadian ini, kami berharap menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Orang tua harus lebih waspada, masyarakat harus lebih peduli dan sigap. Kami tidak ingin kejadian serupa terulang kembali di masa depan. Lindungi anak-anak kita dari tangan-tangan iblis,” pungkasnya. (Hasan Basri)

Example 300250
Example 120x600