Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 728x250
Berita

Aksi Senyap dari Balik Jeruji, Empat Tahanan Polres Empat Lawang Berhasil Kabur

11
×

Aksi Senyap dari Balik Jeruji, Empat Tahanan Polres Empat Lawang Berhasil Kabur

Sebarkan artikel ini
Jeruji ventilasi sel tahanan Polres Empat Lawang yang diduga dibobol empat tahanan sebelum melarikan diri pada Selasa (2/6/2026) dini hari. Aparat kepolisian masih memburu para pelaku.
Jeruji ventilasi sel tahanan Polres Empat Lawang yang diduga dibobol empat tahanan sebelum melarikan diri pada Selasa (2/6/2026) dini hari. Aparat kepolisian masih memburu para pelaku.
Example 468x60

EMPAT LAWANG, opsi.co.id | Empat tahanan Polres Empat Lawang berhasil melarikan diri dari ruang tahanan pada Selasa (2/6/2026) dini hari. Mereka diduga kabur setelah menjebol jeruji besi ventilasi sel yang selama beberapa hari sebelumnya diam-diam dikikis hingga akhirnya terbuka.

Peristiwa tersebut sontak menggegerkan jajaran kepolisian setempat. Aksi pelarian baru diketahui sekitar pukul 02.00 WIB saat petugas dari Satuan Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) melakukan pemeriksaan rutin terhadap penghuni sel tahanan.

Example 300x600

Saat pengecekan berlangsung, petugas mendapati kondisi ventilasi pada kamar sel nomor 2 telah rusak. Setelah dilakukan penghitungan ulang, diketahui empat tahanan tidak lagi berada di dalam ruangan.

Kepolisian pun langsung bergerak cepat dengan membentuk tim pencarian dan melakukan pengejaran ke sejumlah lokasi yang diduga menjadi tujuan para tahanan setelah meloloskan diri dari tahanan.

Kasi Humas Polres Empat Lawang Iptu Ariyanto membenarkan insiden tersebut. Menurut dia, seluruh personel saat ini masih fokus melakukan pengejaran terhadap para tahanan yang melarikan diri.

“Benar, saat ini anggota masih melakukan pengejaran terhadap para tahanan yang kabur,” kata Ariyanto.

Keempat tahanan yang melarikan diri diketahui berasal dari perkara yang berbeda. Mereka adalah Febri Andi Kaspura (36), tersangka kasus narkotika asal Desa Batu Raja Lama, Kecamatan Tebing Tinggi Pigo Ardiansyah (22), tersangka perkara pidana yang berasal dari Desa Tanjung Tawang, Kecamatan Muara Pinang; Badri (42), tersangka kasus narkotika asal Desa Pagar Jati, Kecamatan Pasemah Air Keruh serta Irianto alias Yanto (45), tahanan kasus kriminal umum asal Desa Babatan, Kecamatan Lintang Kanan.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga aksi pelarian tersebut bukan dilakukan secara spontan, melainkan telah direncanakan sejak beberapa hari sebelumnya. Dugaan itu muncul setelah petugas menemukan indikasi bahwa jeruji ventilasi telah dikikis secara perlahan dalam kurun waktu sekitar empat hari.

Proses perusakan dilakukan secara bertahap untuk menghindari kecurigaan petugas jaga. Setelah lubang ventilasi cukup besar, para tahanan diduga memanfaatkan kain yang disambung sebagai alat bantu untuk memanjat dan keluar dari area sel.

Menariknya, tidak semua penghuni sel memilih ikut melarikan diri. Seorang tahanan berinisial TS (29) tetap berada di dalam kamar tahanan saat aksi berlangsung. Keberadaannya kini menjadi salah satu sumber informasi penting bagi penyidik untuk mengungkap kronologi pelarian tersebut.

Polisi telah meminta keterangan dari TS guna mengetahui secara rinci bagaimana rencana pelarian itu disusun, termasuk kemungkinan adanya pihak yang membantu dari luar maupun dari dalam lingkungan tahanan.

Selain memburu para tahanan yang kabur, kepolisian juga melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan ruang tahanan. Pemeriksaan internal dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam pengawasan yang memungkinkan aksi tersebut berlangsung tanpa terdeteksi.

“Iya, dugaan sementara mereka membobol ventilasi. Satu tahanan yang tidak ikut kabur saat ini sudah dimintai keterangan sebagai saksi,” ujar Ariyanto.

Hingga Selasa siang, pengejaran masih terus dilakukan. Kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan para tahanan tersebut agar segera melapor kepada aparat terdekat dan tidak mencoba melakukan penangkapan sendiri karena dapat membahayakan keselamatan.

Example 300250
Example 120x600