PALEMBANG, opsi.co.id | Isak tangis pecah di tengah suasana haru yang menyelimuti rumah duka hingga tempat pemakaman. Jumat (2/10/2026), keluarga, kerabat, guru, kepala sekolah, dan ratusan pelayat mengantarkan kepergian Kepala SMKN 2 Palembang, H. Suparman, S.Pd., M.Si., menuju tempat peristirahatan terakhir.
Hari itu menjadi momen yang berat bagi keluarga dan orang-orang yang selama ini mengenal almarhum. Sosok yang sehari-hari dikenal sebagai pendidik sekaligus pemimpin sekolah itu kini telah berpulang.
Almarhum dimakamkan di TPU Sukadamai, Talang Betutu, setelah sebelumnya dilakukan prosesi pelepasan jenazah secara kedinasan.
Bukan hanya keluarga yang kehilangan. Kepergian H. Suparman juga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar dunia pendidikan Sumatera Selatan. Ratusan pelayat datang silih berganti, seakan ingin memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama ini mengabdikan hidupnya untuk pendidikan.
Suasana haru semakin terasa ketika jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan bersama para kepala sekolah SMA dan SMK turut hadir dalam prosesi pemakaman tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., hadir langsung memimpin upacara pelepasan jenazah.
Sejumlah pejabat struktural, Kepala Bidang SMA, Kepala Bidang SMK, pejabat organisasi perangkat daerah terkait, serta puluhan kepala sekolah SMA/SMK se-Kota Palembang juga turut memberikan penghormatan terakhir.
Dalam sambutannya, Mondyaboni menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya H. Suparman pada Kamis (1/10/2026) pukul 11.44 WIB di rumah sakit.
Kabar tersebut, kata dia, menjadi duka sekaligus kehilangan bagi keluarga besar Dinas Pendidikan Sumatera Selatan.
“Almarhum adalah sosok yang telah memberikan pengabdian terbaiknya bagi bangsa dan negara, khususnya di bidang pendidikan,” ujar Mondyaboni dalam sambutannya.
Di tengah suasana kehilangan, ia mengajak seluruh pelayat dan keluarga besar pendidikan untuk menerima kepergian almarhum dengan lapang dada sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT.
Mondyaboni juga menyampaikan permohonan agar seluruh pihak yang pernah berinteraksi dengan almarhum berkenan memaafkan segala kesalahan dan kekhilafan yang mungkin pernah terjadi selama menjalankan tugas maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
“Mari kita berlapang dada untuk memaafkan segala kesalahan almarhum selama bergaul, baik dalam masa kedinasan maupun di masyarakat,” katanya.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, kepergian H. Suparman tentu meninggalkan ruang kehilangan yang tidak mudah diisi. Namun, di balik kesedihan itu, tersimpan jejak panjang pengabdian yang telah ditorehkan almarhum selama menjalankan tugas sebagai seorang pendidik.
Di lingkungan pendidikan, almarhum dikenang sebagai sosok yang memiliki dedikasi dan perhatian terhadap kemajuan sekolah serta peserta didik.
Kini, tugas dan tanggung jawab itu telah selesai. Namun, pengabdian seorang guru dan pemimpin pendidikan tidak berhenti hanya ketika dirinya berpulang.
Nama, keteladanan, serta kebaikan yang pernah ditanamkan akan tetap hidup dalam ingatan orang-orang yang pernah bekerja, belajar, dan berjalan bersamanya.
Di pusara TPU Sukadamai Talang Betutu, perjalanan H. Suparman sebagai seorang pendidik akhirnya berakhir. Bagi keluarga dan keluarga besar pendidikan Sumatera Selatan, Jumat itu bukan sekadar prosesi pemakaman.
Itu adalah hari ketika seorang pengabdi dilepas dengan doa, air mata, dan penghormatan terakhir.
Semoga almarhum H. Suparman, S.Pd., M.Si., mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kekhilafannya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan.
Selamat jalan, Pak Suparman. Jejak pengabdianmu di dunia pendidikan akan selalu dikenang.




















