Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Dari Lari Pagi ke Gerak Budaya, Senam Kriya Resmi Menggema di Sumsel

4
×

Dari Lari Pagi ke Gerak Budaya, Senam Kriya Resmi Menggema di Sumsel

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, Mondyaboni SE SKom MSi MPd bersama ratusan warga, guru dan siswa melakukan Senam Kriya di Stadion Bumi Sriwijaya, Jumat 24 April 2026. [Foto: Hasan Basri-WI]
Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, Mondyaboni SE SKom MSi MPd bersama ratusan warga, guru dan siswa melakukan Senam Kriya di Stadion Bumi Sriwijaya, Jumat 24 April 2026. [Foto: Hasan Basri-WI]
Example 468x60

Palembang, OPSI.co.id | Pagi itu, denyut kehidupan terasa berbeda. Ratusan warga, guru dan siswa memadati ruang terbuka, bukan sekadar untuk berolahraga, melainkan merayakan sesuatu yang lebih besar lahirnya gerakan baru yang menyatukan kesehatan dan identitas budaya Sumatera Selatan.

Di tengah irama langkah lari dan semangat kebersamaan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi memperkenalkan Senam Kriya (Kreasi Sriwijaya).

Example 300x600

Bukan sekadar rangkaian gerakan tubuh, senam ini dirancang sebagai wajah baru olahraga yang berakar pada nilai-nilai lokal menghidupkan kembali semangat budaya melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, Mondyaboni SE SKom MSi MPd mengatakan bahwa peluncuran Senam Kriya bukan hanya seremoni, melainkan langkah strategis membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kesehatan tanpa melepaskan jati diri daerah.

“Ini bukan sekadar olahraga. Di dalam setiap gerakannya ada cerita, ada nilai, dan ada kebanggaan sebagai wong Sumsel. Kita ingin masyarakat sehat, tapi juga tetap terhubung dengan akar budayanya,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Senam Kriya hadir dengan pendekatan yang berbeda. Setiap gerakan diramu dari inspirasi kearifan lokal mulai dari dinamika gerak yang energik hingga sentuhan estetika yang mencerminkan karakter masyarakat Sriwijaya. Hasilnya adalah sebuah aktivitas fisik yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya yang hidup.

Lebih jauh, program ini diproyeksikan menjadi sarana edukasi yang efektif, terutama bagi generasi muda. Di tengah arus globalisasi yang kian deras, Senam Kriya diharapkan mampu menjadi jembatan yang menghubungkan anak-anak muda dengan warisan budaya daerahnya, tanpa terasa menggurui.

Antusiasme masyarakat yang memadati kegiatan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pendekatan ini mendapat tempat di hati publik.

Banyak peserta tidak hanya datang untuk berolahraga, tetapi juga merasakan kebanggaan baru sebagai bagian dari gerakan yang membawa identitas daerah ke ruang publik.

Mondyaboni pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Senam Kriya sebagai bagian dari gaya hidup. Ia berharap, gerakan ini tidak berhenti sebagai acara seremonial, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan kolektif yang mengakar di berbagai lapisan masyarakat.

“Dengan semangat wong kito galo, ini adalah gerakan bersama. Dari Sumatera Selatan, kita tunjukkan bahwa sehat dan budaya bisa berjalan seiring, bahkan saling menguatkan,” tutupnya. (Hasan Basri)

Example 300250
Example 120x600