Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 728x250
Berita

PAKAM SMA Negeri 12 Palembang, Menyiapkan Siswa Tak Hanya untuk Kuliah tetapi Juga Siap Mandiri

51
×

PAKAM SMA Negeri 12 Palembang, Menyiapkan Siswa Tak Hanya untuk Kuliah tetapi Juga Siap Mandiri

Sebarkan artikel ini
Kepala SMA Negeri 12 Palembang, Dra. Hj. Purwiastuti Kusumastiwi, M.M., menjelaskan pengembangan program PAKAM (Prestasi Akademik, Kewirausahaan, dan Kemandirian) di SMA Negeri 12 Palembang, Sumatera Selatan. Program tersebut membekali siswa dengan keterampilan tambahan sebagai bekal menghadapi dunia kerja, kewirausahaan, maupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kepala SMA Negeri 12 Palembang, Dra. Hj. Purwiastuti Kusumastiwi, M.M., menjelaskan pengembangan program PAKAM (Prestasi Akademik, Kewirausahaan, dan Kemandirian) di SMA Negeri 12 Palembang, Sumatera Selatan. Program tersebut membekali siswa dengan keterampilan tambahan sebagai bekal menghadapi dunia kerja, kewirausahaan, maupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Example 468x60

PALEMBANG, opsi.co.id |Pendidikan jenjang sekolah menengah atas (SMA) umumnya diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, tidak semua lulusan SMA memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan kuliah.

Berangkat dari kondisi tersebut, SMA Negeri 12 Palembang, Sumatera Selatan, mengembangkan program PAKAM, akronim dari Prestasi Akademik, Kewirausahaan, dan Kemandirian. Program tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan akademik sekaligus membekali siswa dengan keterampilan yang dapat menjadi modal ketika mereka memasuki dunia kerja maupun memilih jalur kewirausahaan.

Example 300x600

Kepala SMA Negeri 12 Palembang, Dra. Hj. Purwiastuti Kusumastiwi, M.M., mengatakan, gagasan PAKAM berawal dari evaluasi terhadap kondisi sekolah dan lulusan. Saat pertama kali mendapat amanah memimpin SMA Negeri 12 Palembang, Purwiastuti bersama wakil kepala sekolah bidang kurikulum melakukan analisis terhadap berbagai potensi, peluang, kelebihan, dan kekurangan yang dimiliki sekolah.

“Ketika pertama kali berada di SMA Negeri 12, saya meminta bantuan wakil kepala sekolah bidang kurikulum untuk menganalisis apakah ada peluang, kelebihan ataupun kelemahan yang bisa kami kembangkan untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan,” kata Purwiastuti.

Dari hasil evaluasi tersebut, ditemukan satu persoalan yang kemudian menjadi perhatian sekolah. Jumlah lulusan yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi belum mencapai 50 persen.

Kondisi itu mendorong pihak sekolah mencari pendekatan baru agar lulusan SMA Negeri 12 Palembang tetap memiliki bekal yang memadai untuk menentukan masa depan, terutama bagi siswa yang setelah lulus tidak langsung melanjutkan kuliah.

“Kalau anak-anak setelah tamat SMA tidak semuanya melanjutkan ke perguruan tinggi, bagaimana caranya agar mereka tetap memiliki bekal dan lebih mudah mendapatkan pekerjaan atau membuka peluang usaha” ujarnya.

Pertanyaan tersebut kemudian melahirkan gagasan untuk mengembangkan konsep sekolah double track, yakni pendidikan SMA yang tetap mempertahankan orientasi akademik, tetapi dilengkapi keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal siswa setelah lulus. Menurut Purwiastuti, konsep tersebut kemudian dikembangkan SMA Negeri 12 Palembang melalui program PAKAM.

PAKAM memiliki tiga fondasi utama. Prestasi akademik tetap menjadi dasar karena SMA merupakan jenjang pendidikan yang orientasi utamanya adalah mempersiapkan siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sementara kewirausahaan menjadi salah satu bekal pendukung, sedangkan kemandirian menjadi tujuan yang ingin dibangun dalam diri peserta didik.

“PAKAM itu Prestasi Akademik, kemudian kewirausahaan sebagai penunjang, dan kemandirian menjadi tujuannya. Jadi, anak-anak kami harapkan mampu mandiri dalam berbagai hal,” kata Purwiastuti.

Ia menegaskan, keberadaan keterampilan dalam program PAKAM bukan untuk menggeser tujuan utama pendidikan SMA. Sebaliknya, keterampilan tersebut menjadi program tambahan yang memberikan pilihan lebih luas kepada peserta didik setelah menyelesaikan pendidikan.

“Bagi yang ingin kuliah, tentu tetap kami dorong untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Tetapi bagi yang memilih bekerja atau berwirausaha, mereka sudah memiliki keterampilan yang bisa menjadi modal awal,” ujarnya.

Dengan konsep tersebut, lulusan diharapkan tidak hanya membawa ijazah ketika meninggalkan sekolah. Mereka juga memiliki pengalaman, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk menentukan pilihan setelah lulus.

Gratis melalui dukungan BOS

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan program PAKAM adalah akses siswa terhadap pelatihan keterampilan. Purwiastuti mengatakan, pelaksanaan program tersebut didukung melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, siswa dapat mengikuti program keterampilan tanpa dibebani biaya tambahan.

“Karena sudah ada program pemerintah, pembiayaannya menggunakan dana BOS sesuai ketentuan. Jadi siswa bisa mendapatkan keterampilan tanpa harus memikirkan biaya tambahan,” katanya.

SMA Negeri 12 Palembang juga menjadi salah satu sekolah yang mengembangkan konsep PAKAM sebagai pilot project. Dari pengalaman tersebut, sekolah membuka ruang bagi SMA lain yang ingin mempelajari dan mengembangkan konsep serupa.

Menurut Purwiastuti, pengembangan PAKAM kemudian mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan hingga akhirnya konsep sekolah PAKAM diadopsi menjadi salah satu program di tingkat provinsi.

“Kami juga mengajak sekolah-sekolah lain, khususnya SMA, untuk bisa menerapkan konsep PAKAM. Kalau ada yang ingin belajar, kami terbuka untuk sharing mengenai apa yang sudah kami lakukan di SMA Negeri 12,” ujarnya.

Bangun kemitraan dengan dunia usaha

Untuk memastikan keterampilan yang diberikan tidak berhenti pada teori, SMA Negeri 12 Palembang mulai membangun kemitraan dengan sejumlah lembaga dan sekolah. Di antaranya dengan Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia (ASPEDI), SMK Negeri 5 Palembang, serta SMK Negeri 6 Palembang.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas pengalaman siswa sekaligus mendekatkan proses pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha. Tidak hanya keterampilan konvensional, SMA Negeri 12 Palembang juga mulai memperkenalkan kompetensi yang relevan dengan perkembangan ekonomi digital.

Siswa antara lain dapat mempelajari desain grafis dan digital marketing. Keterampilan tersebut dinilai memiliki peluang pengembangan yang luas karena dapat digunakan untuk mendukung kegiatan usaha maupun menjadi pekerjaan berbasis keterampilan.

“Proses pembelajarannya sekarang sudah berjalan. Kami sudah membangun kemitraan dengan beberapa pihak, termasuk ASPEDI, SMK Negeri 5 dan SMK Negeri 6. Kami juga bekerja sama dengan perusahaan yang menerapkan ilmu dan teknologi di Sumatera Selatan,” ujar Purwiastuti.

Dipersiapkan untuk peluang kerja lebih luas

Pengembangan PAKAM tidak berhenti pada pemberian keterampilan di lingkungan sekolah. SMA Negeri 12 Palembang juga tengah memikirkan tindak lanjut bagi lulusan agar keterampilan yang diperoleh selama sekolah dapat menjadi pintu masuk menuju dunia kerja.

Purwiastuti mengatakan, pihaknya akan menjajaki komunikasi dengan kementerian terkait kemungkinan penyaluran lulusan melalui lembaga pemerintah yang resmi, termasuk peluang bekerja di luar negeri.

“Tindak lanjutnya nanti akan kami sounding ke kementerian agar anak-anak yang sudah tamat bisa mendapatkan akses penyaluran melalui agen atau lembaga pemerintah yang resmi apabila ingin bekerja ke luar negeri,” katanya.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah memperluas pilihan masa depan bagi peserta didik.

Sekolah tidak ingin siswa hanya dipersiapkan untuk menghadapi ujian dan memperoleh nilai akademik, tetapi juga dibekali kemampuan yang dapat digunakan dalam kehidupan nyata.

“Anak-anak kami diberikan keterampilan supaya mereka memiliki peluang untuk berkembang dan lebih maju,” ujarnya.

Siswa: PAKAM membuka lebih banyak pilihan

Program PAKAM mendapat respons positif dari siswa SMA Negeri 12 Palembang. Salah seorang siswa, Belinda Mutiara (Ketua Osis) Kelas 12, mengatakan keberadaan PAKAM memberikan pengalaman berbeda karena siswa SMA kini tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik, tetapi juga kesempatan mengembangkan keterampilan sesuai minat dan kemampuan masing-masing.

Menurut dia, selama ini pembelajaran di SMA lebih banyak berfokus pada aspek akademik. Sementara siswa yang ingin mengembangkan keterampilan tertentu harus mencari ruang belajar di luar sekolah. Dengan adanya PAKAM, kesempatan tersebut kini tersedia di lingkungan sekolah.

“Program PAKAM ini sangat membantu. Selama ini kami belajar, belajar, dan belajar tanpa mendapatkan keterampilan secara khusus. Kalau di SMK memang ada jurusannya. Dengan adanya PAKAM, siswa SMA juga mendapat kesempatan mengembangkan skill,” kata Belinda.

Ia menilai program tersebut memberikan ruang kepada siswa untuk mengenali sekaligus mengasah kemampuan yang dimiliki. Terlebih, setiap siswa memiliki minat dan kreativitas yang berbeda.

“Skill yang kami punya bisa dikembangkan dan diasah lagi sesuai dengan ide, kreativitas, bakat, dan kemampuan masing-masing,” ujarnya.

Bagi Belinda, PAKAM juga membuat pilihan masa depan siswa menjadi lebih terbuka.Setelah lulus, siswa tidak hanya memiliki satu pilihan. Mereka dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, memasuki dunia kerja, maupun mencoba membangun usaha sendiri.

“Kami sudah disiapkan. Kalau mau kuliah bisa kuliah, kalau mau bekerja juga bisa, dan kalau mau berwirausaha juga bisa. Bahkan kuliah sambil bekerja juga memungkinkan,” kata Belinda.

Konsep itulah yang kini terus dikembangkan SMA Negeri 12 Palembang menjaga prestasi akademik sebagai fondasi, menghadirkan keterampilan sebagai bekal, dan menumbuhkan kemandirian sebagai tujuan.

PAKAM diharapkan bukan sekadar program tambahan di sekolah, melainkan menjadi jembatan bagi siswa untuk menghadapi pilihan kehidupan setelah lulus SMA baik melanjutkan pendidikan, bekerja, maupun menciptakan lapangan usaha sendiri.

 

 

 

 

Example 300250
Example 120x600