Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 728x250
Berita

Lewat Musholah Al-Badar, SMK Negeri Sumatera Selatan Bangun Generasi Berkarakter dan Berakhlak Mulia

55
×

Lewat Musholah Al-Badar, SMK Negeri Sumatera Selatan Bangun Generasi Berkarakter dan Berakhlak Mulia

Sebarkan artikel ini
Pusat pembinaan karakter,Kepala SMK Negeri Sumatera Selatan, Drs. H. Zulkarnain, M.T., meninjau Musholah Al-Badar yang telah siap dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan ibadah sekaligus laboratorium praktik Pendidikan Agama Islam.
Pusat pembinaan karakter,Kepala SMK Negeri Sumatera Selatan, Drs. H. Zulkarnain, M.T., meninjau Musholah Al-Badar yang telah siap dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan ibadah sekaligus laboratorium praktik Pendidikan Agama Islam.
Example 468x60

PALEMBANG, opsi.co.id |Di tengah derasnya arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan tidak lagi cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik maupun penguasaan keterampilan vokasi. Pembentukan karakter, penguatan moral, dan penanaman nilai-nilai spiritual menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas.

Komitmen itulah yang terus diwujudkan SMK Negeri Sumatera Selatan melalui berbagai program pembinaan karakter, salah satunya dengan menghadirkan Musholah Al-Badar sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus laboratorium praktik Pendidikan Agama Islam di lingkungan sekolah.

Example 300x600

Bagi warga sekolah, Musholah Al-Badar bukan sekadar bangunan untuk menunaikan ibadah. Kehadirannya menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang mendukung terbentuknya budaya religius, disiplin, dan penuh nilai-nilai kebersamaan.

Kepala SMK Negeri Sumatera Selatan, Drs. H. Zulkarnain, M.T., mengatakan keberadaan musholah memiliki fungsi yang sangat strategis dalam mendukung proses pendidikan secara menyeluruh. Selain menjadi tempat ibadah bagi guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik, musholah juga dimanfaatkan sebagai ruang praktik pembelajaran Pendidikan Agama Islam sehingga materi yang dipelajari di kelas dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Alhamdulillah, saat ini kondisi Musholah Al-Badar sudah sangat baik untuk digunakan. Sarana dan prasarana yang tersedia juga cukup memadai, baik tempat wudhu maupun perlengkapan ibadah. Kami berharap keberadaan musholah ini dapat semakin menghidupkan aktivitas keagamaan di lingkungan sekolah, khususnya praktik pembelajaran Pendidikan Agama Islam,” ujar Zulkarnain.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak dapat dibangun hanya melalui teori yang disampaikan di ruang kelas. Nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, dan ketakwaan harus ditumbuhkan melalui pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus.

Karena itu, Musholah Al-Badar menjadi salah satu ruang pendidikan yang memiliki peran penting dalam membangun karakter peserta didik. Setiap aktivitas ibadah yang dilakukan bersama tidak hanya memperkuat hubungan spiritual kepada Tuhan, tetapi juga menanamkan sikap saling menghormati, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.

Ia menambahkan, berbagai kegiatan keagamaan akan terus dipusatkan di Musholah Al-Badar, mulai dari salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, kultum, pembinaan akhlak, praktik ibadah, hingga peringatan hari-hari besar keagamaan Islam.

Seluruh kegiatan tersebut dirancang agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang utuh, yakni menggabungkan pengetahuan, keterampilan, dan pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Zulkarnain, pendidikan vokasi yang berkualitas harus mampu menghasilkan lulusan yang unggul dalam kompetensi sekaligus memiliki karakter yang kuat. Dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga profesional yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga sumber daya manusia yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan memiliki etika yang baik.

“Karakter merupakan modal utama bagi setiap lulusan. Kompetensi dapat terus diasah, tetapi karakter yang baik harus dibangun sejak berada di bangku sekolah. Karena itu, pembinaan spiritual menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan di SMK Negeri Sumatera Selatan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberadaan fasilitas ibadah yang representatif merupakan investasi pendidikan jangka panjang. Lingkungan sekolah yang religius akan menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, kondusif, dan harmonis sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas pembelajaran secara keseluruhan.

Selain menjadi tempat ibadah, Musholah Al-Badar juga diharapkan menjadi pusat pembinaan mental dan karakter peserta didik. Di tempat inilah berbagai nilai luhur ditanamkan melalui pembiasaan yang sederhana, namun memiliki dampak besar terhadap pembentukan kepribadian siswa.

Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai moral. Oleh sebab itu, pembangunan karakter harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas akademik dan keterampilan vokasi.

Ia menilai bahwa keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, sosial, dan spiritual merupakan kunci dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Selain memberikan manfaat bagi peserta didik, Musholah Al-Badar juga menjadi ruang yang mempererat hubungan antarguru, tenaga kependidikan, dan seluruh warga sekolah. Berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan bersama menjadi sarana memperkuat silaturahmi, membangun rasa kekeluargaan, sekaligus menumbuhkan budaya saling menghargai.

Dengan dukungan sarana dan prasarana yang semakin baik, SMK Negeri Sumatera Selatan optimistis mampu terus meningkatkan kualitas pembinaan karakter peserta didik. Kehadiran Musholah Al-Badar menjadi simbol bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga membentuk manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Bagi SMK Negeri Sumatera Selatan, keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari tingginya angka kelulusan atau banyaknya lulusan yang terserap di dunia industri. Lebih dari itu, keberhasilan sejati adalah ketika sekolah mampu melahirkan generasi yang memiliki kompetensi unggul, integritas yang kokoh, serta karakter yang menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Melalui pemanfaatan Musholah Al-Badar sebagai pusat kegiatan ibadah dan laboratorium praktik Pendidikan Agama Islam, SMK Negeri Sumatera Selatan menegaskan bahwa pendidikan vokasi dan pendidikan karakter merupakan dua pilar yang saling melengkapi. Keduanya menjadi fondasi dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berdaya saing, sekaligus berakhlak mulia menuju masa depan yang lebih baik.

Example 300250
Example 120x600