Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 728x250
Berita

Perubahan Iklim hingga Mobilitas Tinggi Tingkatkan Ancaman Penyakit Infeksi Baru, Dokter RSMH Minta Masyarakat Lebih Waspada

61
×

Perubahan Iklim hingga Mobilitas Tinggi Tingkatkan Ancaman Penyakit Infeksi Baru, Dokter RSMH Minta Masyarakat Lebih Waspada

Sebarkan artikel ini
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, dr. Harun Hudari, Sp.PD., KPTI., FINASIM,
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, dr. Harun Hudari, Sp.PD., KPTI., FINASIM,
Example 468x60

PALEMBANG, opsi.co.id |Perubahan iklim, meningkatnya mobilitas penduduk, serta semakin intensifnya interaksi manusia dengan lingkungan dan satwa liar menjadi faktor yang memperbesar risiko munculnya penyakit infeksi baru atau emerging infectious diseases. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius bagi dunia kesehatan yang membutuhkan kesiapsiagaan seluruh pihak.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, dr. Harun Hudari, Sp.PD., KPTI., FINASIM, mengatakan penyakit infeksi emerging merupakan penyakit yang baru dikenali, mengalami peningkatan kasus secara signifikan, atau meluas penyebarannya ke wilayah baru akibat berbagai perubahan lingkungan maupun perilaku manusia.

Example 300x600

“Penyakit ini dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, maupun parasit yang sebelumnya belum dikenal atau telah mengalami perubahan genetik sehingga lebih mudah menyebar,” ujar dr. Harun dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, ancaman penyakit infeksi emerging tidak boleh dipandang sebelah mata. Selain berpotensi menyebar dengan cepat, penyakit tersebut kerap diawali dengan gejala yang menyerupai penyakit umum sehingga sering terlambat dikenali.

“Deteksi dini menjadi sangat penting. Semakin cepat penyakit dikenali, semakin besar peluang untuk mencegah penyebaran yang lebih luas,” katanya.

Ia menjelaskan, munculnya penyakit infeksi baru dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari perubahan iklim, kerusakan lingkungan, perpindahan penduduk antarwilayah, meningkatnya aktivitas perjalanan internasional, hingga belum optimalnya pengawasan kesehatan hewan dan sanitasi lingkungan.

Menghadapi kondisi tersebut, RSMH Palembang, kata dia, terus memperkuat sistem kesiapsiagaan melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, penyediaan fasilitas pemeriksaan yang memadai, serta penerapan standar pencegahan dan pengendalian infeksi secara ketat.

“Kami terus meningkatkan kewaspadaan di lingkungan rumah sakit. Deteksi dini, isolasi pasien sesuai indikasi, serta penanganan berdasarkan standar medis menjadi langkah utama untuk mencegah terjadinya wabah,” ujarnya.

Dr. Harun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah panik ketika muncul informasi mengenai penyakit infeksi baru. Sebaliknya, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengimbau masyarakat rutin mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan masker saat sedang sakit atau berada di keramaian, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi atau gejala yang tidak biasa dan tidak kunjung membaik.

“Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Pastikan informasi kesehatan diperoleh dari tenaga medis atau instansi resmi agar masyarakat tidak terpengaruh hoaks,” katanya.

Lebih lanjut, dr. Harun menjelaskan bahwa hingga saat ini belum semua penyakit infeksi emerging memiliki pengobatan yang bersifat spesifik. Bahkan, untuk sejumlah penyakit, vaksin juga masih dalam tahap pengembangan sehingga penanganannya lebih banyak difokuskan pada terapi sesuai kondisi pasien dan perkembangan ilmu kedokteran.

“Penatalaksanaan setiap penyakit bisa berbeda. Bahkan untuk penyakit yang sama, tata laksananya dapat berubah mengikuti perkembangan penelitian, bukti ilmiah, dan teknologi medis terbaru,” jelasnya.

Karena itu, menurut dr. Harun, langkah paling efektif tetap berada pada aspek pencegahan. Upaya memutus rantai penularan sejak dini dinilai jauh lebih penting dibandingkan mengobati ketika penyakit telah menyebar luas.

“Pencegahan dan pengendalian infeksi bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Semakin disiplin masyarakat menerapkan protokol kesehatan dan perilaku hidup bersih, semakin kecil risiko penularan penyakit,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, dr. Harun mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang tampak ringan, seperti demam, batuk, atau tubuh lemas yang berlangsung lebih dari dua hari.

“Segera datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan. Jangan mengonsumsi obat secara sembarangan tanpa mengetahui penyebab penyakitnya karena hal itu justru dapat memperlambat penanganan,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600